astudioarchitect.com Berbicara tentang arsitektur yang tropis dan hijau, kita bisa menengok karya dari arsitek Bangladesh yaitu Kandaker Zakaria (Jewel), dinamakan sebagai Meghna Residence. Arsitek menjadikan bangunan setinggi 5 lantai ini layaknya sebuah resort dengan banyak taman dan juga kolam. Tanaman dan pohon tumbuh dalam bangunan dengan rambatan pada dinding. Terkesan sangat sejuk.Talking about tropical and green architecture, we have to see the work of a Bangladeshi architect Kandaker Zakaria (Jewel), called the Meghna Residence. The Architect makes 5 floors tall building like a resort with lots of gardens and ponds. Plants and trees grow in a building with a vine on the wall. Seem very cool.
Swimming pool and a fairly large tree in the 5th floor, so do not feel as located on the top floor of a building. Meanwhile, the sound of water gurgling sounds from below to above.
The owner said that he liked the rural atmosphere that reminded him of his childhood in the village. This house is a house with 5 floors including a semi-basement floor for facilities such as water systems, energy systems, parking, elevators and so on. Second floor for living room, dining room, living room. The third floor for private rooms like family bedrooms, dining rooms, libraries, and gardens. Fourth floor is used for swimming pools, while the 5th floor there is also a swimming pool, gymnasium, and sauna.
Article and image source from worldarchitecture.org
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.



















2 comments:
atapnya dak?bukankah klo desain tropis itu ddesain dmn beban air hujan bs dsalurkan dg baik?agar tersalurkan dg baik 35-40 derajat kemiringan.
ad kolam d atas,,bukannya plat betonnya jd lebih tebal?ap itu termasuk konsep "green"?
sebaiknya konsep green lbh k memanfaatkan energi alami dan meminimalisir energi buatan.
Dear anonymous (sebaiknya menggunakan nama dan identitas blog atau email :)
Saya tidak pro ataupun kontra dengan pendapat Anda. atap memang banyak macamnya dan pilihannya ada yang memakai atap biasa seperti pelana atau perisai dan ada pula yang memakai dak. Sepanjang dapat mengatasi iklim tropis, maka dapat dikatakan friendly terhadap iklim tropis.
Konsep green memang tidak dapat dipandang sepotong demi sepotong, mengingat pilihan yang ada dapat menimbulkan proses maupun dampak yang 'green'. Misalnya, atap genteng lokal dapat dikatakan green bila dilihat dari sudut pandang kemudahan memperoleh bahan baku dan tidak memerlukan banyak energi untuk mengangkut materialnya.
Demikian pula dengan dak bertaman diatas atap, dapat meredam panas dan menjadi tadah hujan agar tidak membebani saluran kota. Selain itu memproduksi oksigen tambahan dengan adanya taman tersebut.
Post a Comment
Silahkan isi komentar Anda.
Sekarang, Anda juga bisa komentar melalui account facebook Anda