Sempit sekali tapi masih teratur, sebuah kondisi jalanan di Tokyo, Jepang. Coba Anda arahkan kursor ke gambar diatas dan mainkan pandangan Anda ke penjuru gambar.

Wednesday, November 19, 2008

Interior rumah tinggal yang ramah lingkungan, dan memperhatikan potensi lingkungan rumah/ perumahan

Sumatra BathroomUntuk artikel dalam rubrik 'Griya' kemarin, Koran Sindo mewawancarai saya seputar interior rumah tinggal yang ramah lingkungan. Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.


1 apa yang dimaksud interior ramah lingkungan?

Sama seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior, salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, namun karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan oleh manusia, maka keseimbangan alam terganggu.

Pada dasarnya alam disekitar kita memiliki potensi untuk kita gunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun. Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik.

Karena waktu kita lebih banyak dihabiskan dalam rumah (interior), maka alangkah senangnya bila rumah kita mendukung kesehatan kita secara alami dan gratis (tidak membayar). Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimalkan taman agar membantu menyediakan oksigen murni disekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan kita untuk menggunakan potensi alam agar hidup kita lebih sehat.

2. jelaskan ciri dan konsep interior ramah lingkungan?

Sesuai dengan predikatnya sebagai ‘ramah lingkungan’, interior dapat direncanakan agar dapat ‘bekerja-sama’ dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah kita, misalnya, kita tidak perlu menggunakan AC untuk ruangan karena sudah sejuk dan nyaman dengan udara alami dari bukaan jendela dan ventilasi. Pada dasarnya kita menghendaki rumah kita nyaman secara termal (suhu), dan bila kita tidak perlu menggunakan AC tapi rumah kita sudah terasa nyaman, maka ini adalah salah satu contoh ramah lingkungan dari segi pemanfaatan udara alami.

Contoh lain ramah lingkungan untuk interior, misalnya mendapatkan cahaya alami dari matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman disekitar rumah. Bila kita tidak punya jendela biasa, kita bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal.

Sumatra Bathroom

3. jelaskan mengapa masyarakat harus memilih interior ramah lingkungan?

Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar kita bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh alam kita ini. Udara alami, cahaya alami, tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam pada kita secara Cuma-Cuma, sehingga sayang sekali bila tidak digunakan.

4. seperti apa pemilihan materian yang ramah lingkungan?

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;

a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan

b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan

c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)

d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)

e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

f. dan sebagainya


material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.

5. Bagaimana menerapkan etika desain terutama berkaitan dengan lingkungan?

Untuk ber-etika terhadap lingkungan, kita harus menghargai alam, misalnya dengan tidak menebang pohon disekitar rumah kita. Etika terhadap lingkungan terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar kita patuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.

Dari segi desain, kita harus berupaya mengembalikan potensi alam yang seharusnya sangat baik, tapi karena kehadiran manusia jadi semakin hancur. Contohnya; jangan menggunakan seluruh area lahan rumah untuk bangunan, namun sisakan untuk taman-taman asri yang bisa membantu memproduksi oksigen. Selain itu tetap gunakan sumur peresapan air agar air bisa meresap ke tanah kembali.

6. Apakah perlu dukungan dari pemerintah, industri, pengusaha dan masyarakat dalam mewujudkan interior ramah lingkungan?

Perlu. Saat ini perlu lebih banyak cara agar material yang ramah lingkungan bisa didapatkan dengan mudah, misalnya pemerintah dan industri lebih berpihak pada produksi material lokal yang dibuat dengan teknologi sederhana dari masyarakat, agar lebih memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi (ini juga termasuk kebijakan yang ‘green’).

7. apakah interior ramah lingkungan sedang menjadi tren, jelaskan dan mengapa?

Interior ramah lingkungan sedang menjadi tren karena kita semakin butuh, akibat makin kurangnya sumber daya alam dan menipisnya energi. Simak saja dimana-mana kondisi kota makin parah, panas dan tidak manusiawi. Kita makin butuh interior ramah lingkungan di tempat tinggal kita agar kita tetap sehat, tetap bisa merasakan hubungan dengan alam, dan makin menghargai alam.


Dalam koran Sindo:


Memperhatikan Potensi Lingkungan
Monday, 17 November 2008
ImageHIJAU: Hamparan pepohonan menghiasi kawasan elite Bintaro, Tangerang. Selain memperbaiki kualitas udara, pepohonan juga berfungsi untuk memperindah lingkungan perumahan. 


SAMA seperti konsep ramah lingkungan untuk eksterior. Salah satu cara agar interior lebih ramah lingkungan adalah memperhatikan potensi lingkungan. Pada dasarnya, alam yang diciptakan Tuhan sudah sempurna dan seimbang, tapi karena banyak kerusakan dan gangguan yang diakibatkan ulah manusia, maka keseimbangan alam terganggu. 


”Pada dasarnya alam di sekitar kita memiliki potensi untuk digunakan dalam desain rumah tinggal, seperti udara alami yang sejuk, dan matahari yang bersinar sepanjang hari sepanjang tahun.Sayang sekali bila kita tidak menggunakannya dengan baik,” ujar arsitek dari Astudioarchitect, Probo Hindarto, saat dihubungi SINDO Karena itu, alangkah senangnya bila rumah mendukung kesehatan secara alami dan gratis. 


Sebenarnya, tidak sulit untuk menghadirkan interior rumah yang ramah lingkungan, misalnya memaksimal kan taman agar membantu menyediakan oksigen murni di sekitar rumah kita. Dalam hal ini, butuh kejelian dari segi desain dan kemauan untuk menggunakan potensi alam agar hidup lebih sehat. 


Sesuai dengan predikatnya sebagai ”ramah lingkungan”, interior dapat direncanakan agar dapat ”bekerja sama” dengan alam, dan memaksimalkan potensi alam untuk mendukung kondisi keseharian rumah. Misalnya, mendapatkan cahaya alami dari Matahari secara maksimal, melalui jendela, bukaan, dan ventilasi yang terhubung dengan taman-taman di sekitar rumah.


Bila tidak punya jendela biasa, bisa menggunakan skylight atau lubang pada atap agar cahaya matahari bisa masuk secara maksimal. Sebenarnya bukan keharusan untuk memilih interior ramah lingkungan, karena lebih kepada pilihan yang bijak agar bisa lebih menghargai dan memanfaatkan apa yang ditawarkan alam. 


Udara alami, cahaya alami,tanaman yang menyejukkan, semua ditawarkan alam secara cuma-cuma.Karena itu sayang sekali bila tidak digunakan. Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut, tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan. 


Dapat menghubungkan dengan alam,dalam arti makin dekat dengan alam karena kesan alami dari materialtersebut( misalnya bata mengingatkan pada tanah, kayu pada pepohonan).Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan). 


Selain itu, bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami. Material yang ramah lingkungan menurut kriteria di atas misalnya, batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. 


Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat makin dekat dengan alam karena mengingatkan pada tumbuh-tumbuhan. 


Untuk beretika terhadap lingkungan,harusmenghargai alam.Misalnya dengan tidak menebang pohon di sekitar rumah. Etika terhadap lingkungan, terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar dipatuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.(hermansah - sindo) 



________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Thursday, November 13, 2008

Desain rumah gratis: tipe 40 di lahan 7 x 13 m

Saya rencana mau buat rumah tanah yang ada berbentuk persegi dengan, saya sudah ukur kiran-kira lahan yang bisa digunakan sebagai bangunan sebesar 7 m x 13 m, dengan muka yang ukuran 7 dan garis yang agak menyerong, saya menginginkan rumah luasnya sekitar 40m, dua kamar tidur dan masih sisa lahan. karena setelah dihitung budget segitu. nantinya maunya ada dapur sementara gitu pak.. Gimana ya pak biar budget normal tapi keliatan bagus


___________________________

Nama: Agus Dwi
Alamat: sleman Yogyakarta
Pertanyaan: Saya rencana mau buat rumah tanah yang ada berbentuk persegi dengan, saya sudah ukur kiran-kira lahan yang bisa digunakan sebagai bangunan sebesar 7 m x 13 m, dengan muka yang ukuran 7 dan garis yang agak menyerong, saya menginginkan rumah luasnya sekitar 40m, dua kamar tidur dan masih sisa lahan. karena setelah dihitung budget segitu. nantinya maunya ada dapur sementara gitu pak.. Gimana ya pak biar budget normal tapi keliatan bagus

Terimakasih bantuannya. Saya tunggu.

Jawaban




Yth pak Agus Dwi,
Pertama, saya ucapkan selamat untuk rencana pembangunan rumahnya. Lahan ukuran 7x13 meter termasuk lahan yang cukup luas, mengingat harga lahan dewasa ini. Untuk desain rumah ini, saya usahakan memenuhi kriteria bapak dengan dua kamar tidur, serta nantinya masih ada lahan kosong untuk pengembangan. Saran saya, pengembangan nantinya secara vertikal saja (ditingkat) sehingga masih ada taman untuk bermain putra putri.


Tampilan depan rumah sengaja dibuat secara inovatif, namun sebenarnya hanya bermain geometri dan warna juga sudah membuat perbedaan yang menarik. Atap rumah dibuat atap pelana sederhana saja agar biaya konstruksi juga masih 'normal' (tangkapan saya yang dimaksud 'normal' itu berarti tidak terlalu besar biayanya).


Demikian, semoga membantu.

_________________________________________

Pertanyaan dan Jawaban ini sudah dimuat di berbagai koran di Indonesia yang terhubung dengan PERSDA: sebuah grup Kompas Gramedia. Desain ini dibuat dengan teknologi dan desain sederhana. Bila Anda tertarik, bisa berkonsultasi dengan astudio untuk meningkatkan desain ini. 



Konsultasi ini dimuat di:



Jawa: Tribun Jabar
Sumatera: Sriwijaya post, Palembang
Riau: Tribun Pekanbaru
Batam: Tribun Batam
Kalimantan: Bajarmasin Post di Kalsel
Tribun Kaltim
Tribun pontianak, di kalbar
Sulawesi:Tribun Timur di Makassar.


Serambi indonsia di di Banda aceh dan Pos Kupang di NTT


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tuesday, November 11, 2008

Void (lubang antar lantai) di rumah tinggal bertingkat


Bila Anda memiliki rumah lebih dari satu lantai, biasanya terdapat void. Void atau bukaan antar lantai bisa berfungsi praktis menghubungkan antara lantai bawah dan lantai atas. Rumah yang memiliki void biasanya terasa lebih lapang karena pandangan kita tidak terbatas pada satu lantai saja, namun juga hingga lantai atasnya. Lalu apa lagi kelebihan memiliki void untuk rumah tinggal?


Di suatu sore...
"Vi, kamu tau hairdryer mama?", tanya Mama dari bawah void.
Vivi menghampiri railing void.
"Apa Ma?"
"Hairdryer... Kamu pinjem nggak?"
"Nggak Ma" sahut Vivi.
"Anton yang pinjem Ma" kata Anton, dari sisi railing yang lain.
"Buat apa?"
"Buat keringkan baju soalnya kemaren kehujanan"


Bayangkan kondisi ketika Anda berada di lantai bawah, dan anggota keluarga lain, misalnya putra-putri kita sedang berada di lantai atas, dan kita perlu memberitahukan sesuatu pada mereka. Cukup kita melongok melalui void dan komunikasikan apa yang ingin Anda ucapkan pada putra-putri Anda. Ya, rupanya void punya arti penting untuk komunikasi penghuni antar lantai dalam rumah tinggal.

Pada ruang keluarga diatas, void memberikan kesan lebih luas, dan dapat ditambahkan aksesori pendukung seperti lampu hias, chandelier, dan sebagainya. 
Desain oleh Yoyok Sudibyo, foto oleh Probo Hindarto

Void juga memiliki fungsi yang berkenaan dengan penghawaan dan pencahayaan alami. Bila ruang di bawah tidak cukup terang atau tidak memiliki akses ke penghawaan alami dari taman rumah, bisa terbantu dengan adanya void. Dalam hal ini, void bisa mendukung konsep arsitektur tropis dan hijau, karena sebagai penghubung antar lantai, lubang void juga bisa menjadi menara angin yang dapat mengalirkan udara panas ke atas. Akan lebih baik lagi bila 'menara angin' ini memiliki lubang-lubang hawa di bagian atas untuk membuang udara panas tersebut.

Dalam desain rumah, pentingnya void juga memiliki arti dalam membuat rumah lebih lapang secara visual (penglihatan), misalnya bila ruang tamu kita hanya berukuran 2,5 x 3 meter, akan terasa lebih 'plong' bila diatasnya terdapat void. Demikian pula untuk ruangan lain, apalagi yang sering digunakan seperti ruang keluarga.



contoh: void di ruang keluarga (tanda panah merah). Desain oleh astudio

Di lantai atas, kehadiran void memang terkadang menyita ruangan, dan harus memiliki railing (pagar pembatas) disekitarnya untuk keamanan. Sama seperti fungsinya di lantai bawah, void di lantai atas memudahkan kita berbicara dengan penghuni di lantai bawah.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, November 10, 2008

Konsep Green architecture/ arsitektur hijau oleh Budi Pradono

Konsep ‘green architecture’ atau arsitektur hijau menjadi topik yang menarik saat ini, salah satunya karena kebutuhan untuk memberdayakan potensi site dan menghemat sumber daya alam akibat menipisnya sumber energi tak terbarukan. Berbagai pemikiran dan interpretasi arsitek bermunculuan secara berbeda-beda, yang masing-masing diakibatkan oleh persinggungan dengan kondisi profesi yang mereka hadapi. Salah satunya konsep 'green' oleh Budi Pradono, seorang arsitek yang sudah dikenal di mancanegara dengan berbagai award internasional yang sudah diraihnya.


'Green Architecture' oleh Budi Pradono





Profesi arsitek saat ini sedang mengalami tekanan yang kuat untuk melakukan perubahan besar dalam metode merancang dan juga melakukan absorbsi teknologi yang cepat agar dapat menghasilkan rancangan yang kontemporer yang berorientasi pada Arsitektur Hijau (green architecture), yang lebih tanggap pada isu-isu lingkungan. Saat ini Best Practice selalu dikaitkan dengan etika arsitek dalam mengantisipasi pemanasan global, penghematan energy, dan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung-jawab. (Budi Pradono)

Saat menjelaskan tentang green design, Budi Pradono menggunakan contoh-contoh dari desain yang ia hasilkan, baik yang menurutnya ‘green’ atau ‘tidak green’. Profesi arsitek dewasa ini menuntut kita untuk melihat ‘green’ sebagai kesatuan dalam desain bangunan, dimana sekarang ini banyak award khusus diberikan pada bangunan yang ‘green’ dengan berbagai kriteria.

‘Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Ukuran 'green' ditentukan oleh berbagai faktor, dimana terdapat peringkat yang merujuk pada kesadaran untuk menjadi lebih hijau. Di negara-negara maju terdapat award, pengurangan pajak, insentif yang diberikan pada bangunan-bangunan yang tergolong 'green'.



Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang 'green' sekaligus memiliki estetika bangunan yang baik? Karena bisa saja bangunan memiliki fasilitas yang mendukung konsep green, namun ternyata secara estetika terlihat kurang menarik. Dalam hal ini, peran arsitek menjadi penting. Standar bangunan yang 'green' juga bisa menuntut lebih banyak dana, karena fasilitas yang dibeli agar bangunan menjadi 'green' tidak murah, misalnya penggunaan photovoltaic (sel surya pembangkit listrik). Teknologi agar bangunan menjadi 'green' biasanya tidak murah.

Indikasi arsitektur disebut sebagai 'green' jika dikaitkan dengan praktek arsitektur antara lain penggunaan renewable resources (sumber-sumber yang dapat diperbaharui, passive-active solar photovoltaic (sel surya pembangkit listrik), teknik menggunakan tanaman untuk atap, taman tadah hujan, menggunakan kerikil yang dipadatkan untuk area perkerasan, dan sebagainya.

Konsep 'green' juga bisa diaplikasikan pada pengurangan penggunaan energi (misalnya energi listrik), low energy house dan zero energy building dengan memaksimalkan penutup bangunan (building envelope). Penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari, air, biomass, dan pengolahan limbah menjadi energi juga patut diperhitungkan.

Arsitektur hijau tentunya lebih dari sekedar menanam rumput atau menambah tanaman lebih banyak di sebuah bangunan, tapi juga lebih luas dari itu, misalnya memberdayakan arsitektur atau bangunan agar lebih bermanfaat bagi lingkungan, menciptakan ruang-ruang publik baru, menciptakan alat pemberdayaan masyarakat, dan sebagainya.




Budi Pradono menjelaskan tentang konsep 'green' dalam rancangannya melalui contoh, misalnya pada rancangan Bloomberg Office, dimana diterapkan desain yang mendukung pencahayaan alami dapat bermanfaat untuk keseluruhan lantai kantor, penggunaan alat yang dapat mendeteksi cahaya alami untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan, yang merupakan salah satu contoh efisiensi pencahayaan.



Pada 'K-house' yang dirancangnya untuk rumah mungil dengan 3 orang penghuni dan 5 ekor anjing, konsep arsitektur hijau diterapkan pada rancangan desain yang dibuat agar anjing-anjing tidak mudah lepas dan mengganggu tetangganya. Rumah ini mengetengahkan konsep rumah 'kandang' dengan jeruji-jeruji besinya, yang didesain dengan artistik sehingga menghilangkan kesan kandang dan menimbulkan artikulasi arsitektur baru dengan estetika yang unik.

Ahmett Salina Studio di Jakarta Selatan adalah salah satu rancangan dimana open space ditambahkan agar ruang hijau didepan bangunan lebih luas dan dapat digunakan bersama dengan tetangga-tetangganya. Rumah ini juga 'menggunakan dinding tetangga' untuk penghematan resource, serta memanfaatkan elemen bambu untuk secondary skin yang dapat menetralisir panas matahari.

AA house di Cipinang, Jakarta Timur dikonsep dengan keleluasaan ruang-ruang untuk saling overlap satu sama lainnya. Ruang tamu dan musholla dapat dibuka dan mencairkan ruang lebih luas. Roof garden dibuat pada tiap lantai hingga atapnya.

Dari konsep-konsep desain tersebut, terdapat upaya Budi Pradono untuk menghadirkan 'green design' dalam rancangan arsitekturnya, dimana letak 'green' pada tiap bangunan bisa berbeda sesuai dengan tuntutan dan kondisi yang ada.


Sumber: Materi seminar 'Good business with Green Design', yang diadakan oleh Majalah Bale, Universitas Brawijaya oleh Budi Pradono, yang termasuk dalam 57 arsitek Asia terinovatif dalam buku Young Asian Architects,  DAAB, Stutgart Jerman, 2006, dan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karyanya dalam World Architecture Festival 22-24 October di Barcelona.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Sunday, November 2, 2008

Ekspresi dan emosi dalam desain rumah dan interior

Sebagai bagian dari seni, arsitektur memiliki ekspresi emosi, misalnya sebuah ruangan dengan wallpaper bermotif bunga-bunga akan terkesan lembut, feminim dan nyaman. Sebuah ruang tamu dengan warna coklat cenderung merah memiliki kesan maskulin, berani yang ekspresif. Emosi yang ditunjukkan oleh sebuah ruangan atau penampilan rumah tinggal mencerminkan pemiliknya, dan dapat menjadi ekspresi sang pemilik.

Dalam hal ini, warna memiliki peran khusus dalam menyampaikan emosi sebuah karya arsitektur rumah atau ruangan tempat tinggal Anda. Warna memiliki kekuatan membangkitkan emosi dan perasaan tertentu. Selain itu tekstur bahan material juga membangkitkan sebuah mood, misalnya dinding batuan menciptakan rasa dingin menyejukkan dengan emosi yang tenang laksana batuan tebing yang indah.



Ekspresi lembut yang hadir dalam pemilihan cushion sofa, karpet dan gorden, ditunjang pula oleh meja berdekorasi sulur dengan garis-garis lembutnya. Adanya bunga turut mempercantik ruang duduk ini.
(foto oleh Louis Hall)

Pemilihan furniture juga memiliki sebuah emosi mendalam, karena bentuk-bentuk furniture menyiratkan kepribadian pemilik. Furniture simple dan stylish dengan gaya modern menyiratkan semangat muda, karena kesan elegan dan eksklusif seperti busana seorang wanita atau pria yang hendak pergi ke kantor. Furniture yang klasik dengan ragam hiasan yang banyak menyiratkan pesona keindahan tempo dulu yang glamour dan mewah. Furniture gaya pedesaan yang terlihat tua, dengan polesan seadanya menunjukkan emosi yang jujur dan tidak mengada-ada, sederhana seperti kesan seorang gadis desa.

Terkadang, pernak-pernik rumah dapat membawa emosi dalam sebuah ruangan, misalnya sebuah foto berbingkai dari memori paling bermakna dalam hidup kita. Keluarga selalu memiliki benda-benda kesayangan yang dipajang agar seluruh anggota keluarga menikmati benda kesayangan itu.

Ekspresi sebuah wajah jendela yang sejuk, dengan unsur tanaman, memperlihatkan kesan ‘dingin’ dan segar.
(foto oleh Probo Hindarto)

Emosi yang terasa dalam sebuah ruangan juga tergantung pada kepribadian pemilik, misalnya ruangan terkesan sangat maskulin dan kuat karakternya, dengan pemilihan warna-warna kuat dan berani. Sebuah ruangan juga bisa terkesan lembut dan feminim, karena corak warna yang lembut seperti ungu muda, merah muda dengan paduan hiasan bunga-bunga dalam vas.

Penampilan sebuah rumah juga menunjukkan emosi, seperti emosi keramahan. Kesan welcome dari sebuah rumah bisa menunjukkan bahwa penghuninya juga ramah dan baik hati. Kesan ini bisa timbul dari adanya teras yang mengundang dengan taman yang indah di bagian depan rumah. Karenanya taman adalah faktor penting untuk penampilan sebuah rumah, dengan pilihan karakter jenis pohon, seperti pohon palem untuk kesan refreshing yang mengingatkan kita pada suasana di pantai-pantai, atau pohon bunga bougenvil untuk kesan taman bunga yang menyenangkan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.